Mengapa Suku Bunga di Indonesia Cenderung Tinggi Dibanding Negara Lain?

Mengapa Suku Bunga di Indonesia Cenderung Tinggi

Memiliki hunian (rumah) merupakan kebutuhan pokok, khususnya untuk mereka yang sudah berumah tangga. Adapun untuk membeli rumah baru, ada dua opsi yang dapat dipilih.

Kedua opsi tersebut adalah beli rumah secara cash atau tunai, dan beli rumah baru dengan cara dicicil alias kredit.

Opsi yang nomor dua tak jarang dipilih oleh sebagian besar masyarakat karena untuk membeli secara cash memang tidak mudah, terlebih jika ekonomi terbilang pas-pasan.

Tentu saja tidak jadi soal ketika Anda memutuskan untuk membeli rumah secara mengangsur. Namun, yang jadi pertanyaan banyak orang adalah Mengapa suku bunga di Indonesia cenderung tinggi?

Alasan Mengapa Suku Bunga di Indonesia Cenderung Tinggi

Sebagaimana dilansir dari sebuah portal berita lokal, pembelian rumah secara kredit jadi alternatif terakhir bagi masyarakat yang ingin memiliki rumah, karena membeli dengan cara cash dirasa terlalu berat.

  10 Cara Mudah Mendapatkan Pekerjaan Secara Cepat

Jika kita perhatikan harga rumah di Surabaya misalnya, apabila ingin memiliki rumah yang terbilang bagus atau “layak”, harganya sudah Rp 1 miliar ke atas.

Masyarakat Indonesia kalau beli rumah jika belinya cash sepertinya banyak yang merasa kesulitan. Kalau belinya cash berat, akhirnya beli secara kredit.

Dengan kondisi tersebut, pada akhirnya meminjam dengan sistem KPR di bank jadi pilihan sebagian masyarakat, meskipun suku bunga yang dibebankan cukup tinggi.

Bahkan menurut salah seorang pengamat, suku bunga KPR perbankan di Indonesia lebih tinggi dibanding negara lain. Selisihnya sekitar lima persenan.

Dijelasnnya, memang karakteristik sistem perbankan di Indonesia dari dulu dan itu tidak efisien. Bahkan saat krisis ekonomi di tahun 97-98 dan krisis global 2008 bahkan sebelum itu suku bunga di Indonesia lebih tinggi dibanding negara lain.

Misalkan kredit secara rata-rata 3 persen, di Indonesia biasanya selisih sampai + 5 berarti sekitar 8 persen. Kalau di Malaysia, Singapura sekitar 4 persen di Indonesia rata-rata sekitar 8 persen, jelasnya.

Penyebab suku bunga bank di Indonesia tinggi karena adanya biaya operasional yang dibebankan kepada peminjam.

  Apa Bisa Menjual Mobil yang Masih Kredit? Bisa

Biaya operasional terbesar yang dibebankan kepada peminjam, lanjutnya adalah beban bunga yang diberikan untuk deposito.

Ini dilakukan untuk menarik minat masyarakat agar mau menyimpan uangnya di bank. Selain itu, juga untuk biaya pegawai dan biaya promosi bank itu sendiri.

Dengan tingkat simpanan bunga tinggi maka suku bunga kreditnya juga akan ikut tinggi.

Belum lagi juga ada biaya tenaga kerja yang tentunya cukup tinggi. Sama biaya promosi yang dikeluarkan. Itu nanti semua yang akan membentuk beban bunga. Untuk perbankan di Indonesia relatif tinggi, dan sejauh yang diperhatikannya selama ini terlihat relatif sulit turun.