Mengakhiri Masalah

masalah

Sebagian orang selalu bilang hidup itu terbagi menjadi beberapa partisi, dan sebagian darinya adalah sebuah pilihan.

Baik dan buruk, damai dan kisruh, bahagia dan menyiksa semuanya kita sendiri yang telah mengawali dan memilihnya.

Namun, mungkin kita lebih sering tidak menyadarinya meskipun itu sangat sering hinggap dikepala kita.

Kehidupan jelas tidak selalu bisa berjalan sesuai skenario ‘indah’ kita. Terlebih ketika diawal kita sudah salah dalam memilih yang sekaligus menjadi gambaran nyata kehidupan kita kedepan.

Masalah mungkin akan semakin menjadi rumit ketika kita seolah ‘dipaksa’ diri sendiri untuk tetap bertahan dalam situasi yang tidak akan dapat diakhiri kecuali dengan cara kita berusaha menentukan pilihan kembali.




Mungkin diluar sana sebagian orang tidak perlu untuk menata banyak hal. Mereka hidup normal, ada canda ada tawa, ada kesedihan yang berujung, ada kenyamanan dan tidak sepanjang waktu dihadapkan dengan situasi yang menghapus kebahagiaan.

Namun, tentu itu semua karena mereka mengawalinya dengan cara yang tidak salah. Mereka memilih sebuah pilihan yang dapat membawa mereka pada ruang kedamaian.

Faktanya, berpikir itu mudah, tapi bertindak itu lebih sulit. Padahal, yang mampu merubah kehidupan kita adalah sebuah tindakan, bukan pikiran.

Selarut apapun kita berusaha untuk menemukan jalan keluar, tidak akan pernah ada yang terlihat berbeda tanpa adanya tindakan.

Kembali membuat pilihan setelah salah memilih tentu bukan satu hal yang mudah. Jelas sulit. Tapi, hidup akan terus berjalan.

Setiap manusia berhak untuk bahagia, dan ketika kita merasa jauh darinya kita perlu berpikir tentang diri kita, bukan orang lain. Bagaimana kita memilih, seperti apa pilihan kita, dan mungkin saja kita harus mengakhiri kesalahan yang dulu telah kita pilih.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!