Pengertian Aperture Dalam Fotografi Adalah Berikut Ini

Aperture adalah

Halo sahabat pembaca Artikeloka.com, apakah Anda punya pertanyaan apa itu aperture? Nah, melalui artikel ini kalian akan diberikan penjelasan tentang pengertian aperture dalam dunia fotografi.

Menyinggung tentang dunia fotografi, pasti banyak istilah yang sebagian darinya mungkin masih sangat asing bagi Anda. Wajar, jika Anda bukan seorang fotografer atau orang yang punya ketertarikan lebih di dunia kamera.

Definisi aperture dapat kalian simak melalui penjelasan dibawah ini. Anda bisa memahami tentang pengertian aperture beserta hal-hal penting lainnya yang berkaitan dengan teknologi kamera yang sekarang ini semakin canggih.

Pengertian Aperture Adalah

Aperture adalah bagian bukaan lubang diafragma pada lensa kamera. Seperti yang kita tau, untuk bisa menghasilkan sebuah foto, kamera akan bekerja dengan menangkap cahaya. Ketika kita membidik dan mengambil sebuah foto menggunakan kamera, cahaya akan masuk melalui lensa kamera. Kemudian, cahaya tersebut akan diteruskan menuju sensor kamera.

Adapun sensor inilah yang kemudian bertugas menangkap cahaya, dan diterjemahkan menjadi sinyal tegangan, untuk kemudian diolah agar bisa menjadi sebuah gambar digital berupa foto.

Di lensa kamera, biasanya mereka akan memiliki lubang diafragma, yang ukuran lubangnya itu bisa diperbesar ataupun diperkecil. Tujuan utamanya adalah untuk mengontrol seberapa banyak cahaya yang boleh dibiarkan masuk menuju sensor kamera.

Jadi, kita bisa mengatur kecerahan foto dengan mengubah besar kecilnya lubang pada diafragma tersebut. Lubang diafragma inilah yang disebut sebagai aperture pada kamera.

Pada umumnya, nilai aperture akan ditandai dengan huruf “f/angka”. Misalnya, f/22, f/11, hingga f/1.8 dan seterusnya. Jadi, huruf f pada kamera yang kemudian diikuti dengan angka di belakangnya, adalah untuk menunjukkan nilai aperture pada lensa kamera.

  Cara Mengatasi Internet Indosat Tidak Bisa Digunakan

Sekarang yang jadi pertanyaan lanjutan adalah, apa arti huruf f/ beserta angka dibelakangnya itu?

Apa Arti Huruf f Pada Kamera?

Untuk kalian ketahui, bahwa angka dibelakang huruf f/ tersebut adalah nilai dari bukaan diafragma pada lensa. Yang mana semakin besar angka dibelakang f/ maka bukaan diafragma lensa akan semakin kecil. Dan begitupula sebaliknya. Masih bingung? Oke, mari kita bahas lebih detail dibawah ini.

Besaran bukaan diafragma atau aperture merupakan hasil pembagian dari panjang fokus lensa atau disebut juga sebagai focal length dengan nilai aperture itu sendiri. Misalnya jika focal length pada lensa adalah 100mm dan nilai aperture adalah f/4, maka itu artinya aperture akan terbuka dengan diameter 25mm. Adapun untuk angka 25mm itu didapat dari angka 100mm dibagi 4 (100 : 4 = 25).

Jadi, semakin kecil angka dibelakang f/, bukaan diafragma lensa akan semakin besar. Begitupun sebaliknya, semakin besar angka dibelakang f/ maka bukaan diafragma lensa akan semakin kecil. Kalau masih bingung, silakan perhatikan lagi gambar ilustrasi lensa yang sudah disertakan diatas.

Fungsi Aperture dan Efek yang Diberikan Dalam Fotografi

Sebagaimana telah kita ketahui bersama, tidak semua lensa akan memiliki bukaan diafragma yang sama. Misalnya, sebuah lensa bisa memiliki aperture maksimal sebesar f/1.8. Tapi, pada lensa yang lain, bisa saja memiliki aperture maksimal hanya sebesar f/3.5. Hal tersebut karena adanya variasi focal length yang berbeda-beda dari setiap lensa. Sehingga, batasan dari aperture dari tiap lensa pun akan berbeda juga.

Jadi sekarang, kita akan masuk ke pembahasan tentang apa fungsi dari aperture kamera? Serta apa pengaruhnya pada hasil foto jika kita mengubah nilai aperture tersebut?

Gambar yang diambil dengan aperture kecil, akan terlihat lebih gelap jika dibandingkan dengan gambar yang diambil dengan aperture besar. Dengan catatan, settingan ISO dan shutter speed tidak dirubah sama sekali.

  Cara Mengubah Kuota Malam Smartfren Menjadi Reguler

Kenapa bisa demikian?

Teorinya, bukaan diafragma lensa yang lebih besar akan memungkinkan lensa untuk membiarkan lebih banyak cahaya untuk masuk.

Oleh sebab sensor kamera menerima lebih banyak cahaya, maka foto yang dihasilkan pun akan menjadi lebih terang. Sekali lagi, dengan catatan settingan ISO dan shutter speed tidak diubah sama sekali. Di bawah ini adalah contoh settingan kamera saat mengambil foto di dalam ruangan, dan apa yang terjadi pada foto jika kita mengubah nilai aperture.

  • f/22 + ISO 100 + Shutter speed 1/2 detik = Foto terlihat gelap
  • f/11 + ISO 100 + Shutter speed 1/2 detik = Foto terlihat lebih terang
  • f/2.0 + ISO 100 + Shutter speed 1/2 detik = Foto terlihat sangat terang

Sesuai dengan contoh settings di atas, apakah bisa disimpulkan bahwa lensa dengan aperture kecil akan menghasilkan foto dengan kualitas yang lebih jelek? Belum tentu juga karena semua itu tergantung pada kebutuhan kita dalam mengambil foto.

Settelan aperture yang terlalu besar dengan keadaan pencahayaan yang terlalu cerah akan menyebabkan gambar terlihat terlalu terang.

Dengan kata lain, aperture yang lebih besar bukan berarti akan menghasilkan gambar yang lebih baik. Semua akan tergantung pada keadaan pencahayaan pada saat mengambil foto. Karena yang paling penting dalam fotografi adalah tentang bagaimana kita dapat memotret suatu objek dengan hasil kecerahan yang pas. Tidak terlalu gelap, dan tidak terlalu terang.

Terlebih, kita bisa mendapatkan beberapa efek visual yang berbeda jika kita mengubah settingan nilai aperture lensa. Sehingga, kita pun jadi bisa bereksperimen dengan kamera, dan menghasilkan foto yang lebih kreatif.

Semakin besar aperture yang Anda gunakan, maka gambar akan memiliki efek DOF (Depth of Field) yang lebih pekat. Sehingga, gambar akan telihat lebih berfokus pada objek yang kita bidik, sementara objek lain yang berada di depan atau belakangnya akan terlihat lebih blur. Sebaliknya, jika kita menggunakan setting nilai aperture yang kecil, maka fokus gambar akan terlihat lebih merata.

  Cara Reset Google Home Mini Secara Mudah

Umumnya, fotografer akan menggunakan bukaan diafragma lensa yang lebih besar, ketika ingin memotret objek jarak dekat atau ingin memberikan efek blur pada objek lain yang tidak di fokuskan.

Dengan tujuan supaya foto terlihat lebih dramatis. Atau untuk memperkuat kesan bahwa objek yang difokuskan itulah yang menjadi sorotan utama alias objek paling penting dalam frame foto yang ditangkap.

Kemudian, aperture yang lebih kecil biasa digunakan untuk memotret pemandangan atau panorama. Sehingga, fokus atau ketajaman gambar akan nampak lebih merata. Dengan demikian, seluruh objek yang ada di dalam frame, akan bisa terlihat dengan jelas. Keindahan panorama pun bisa tertangkap dengan sempurna.

Hal tersebut sekaligus membuktikan bahwa kita tidak perlu selalu memaksakan untuk menggunakan aperture besar setiap kali akan memotret. Sesuaikanlah dengan keadaan pencahayaan dan juga konsep foto yang akan diambil.

Namun, untuk kamera yang terdapat pada smartphone, biasanya kita tidak bisa mengubah nilai aperture lensa pada kameranya. Penyebab utamanya adalah karena ukuran lensa dan kameranya yang terlalu kecil sehingga sulit untuk mengontrol besar kecilnya bukaan diafragma lensa.

Aperture lensa pada kamera smartphone sendiri seperti kamera ponsel Android biasanya berkisar antara f/2.6 hingga f/1.8.

Akhir Ulasan

Nah, sahabat Artikeloka.com demikianlah untuk penjelasan tentang apa itu aperture fotografi, sekarang Anda telah memahaminya.

Semoga usai mengetahui efek dan fungsi aperture pada kamera, kamu jadi bisa lebih kreatif lagi dalam menghasilkan foto dari kamera milik kalian. Jangan lupa juga, silahkan kalian eksplor Artikeloka.com untuk mendapatkan berbagai update informasi menarik lainnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *