Analisis SWOT Diri Sendiri dan Cara Menggunakannya Secara Tepat

analisis SWOT

Apa itu analisis SWOT diri sendiri? Silahkan dibaca artikel ini sampai baris terakhir untuk mendapat masukan yang berguna.

Bisnis dan strategi membutuhkan analisis SWOT untuk mengetahui kelemahan dan kekuatannya. Namun, kegunaan analisis SWOT juga dapat diterapkan untuk mengenal diri sendiri lebih dalam.

Dengan begitu, Anda dapat melihat kelemahan dan kekuatan dalam diri. Sehingga, ke depan dapat menentukan cara terbaik untuk mewujudkan cita-cita atau harapan-harapan. Analisis ini, umumnya dilakukan dengan membuat tabel sesuai dengan kategorinya.

Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai analisis SWOT diri sendiri, Anda dapat menyimak penjelasan yang telah dirangkum dari berbagai laman sebagai berikut.

Analisis SWOT merupakan teknik analisis yang diterapkan untuk mengevaluasi kekuatan (strengths), kelemahan (weaknesses), peluang (opportunities) dan ancaman (threats). Analisis SWOT biasanya diterapkan untuk menganalisis bisnis dan strategi.

Namun, fungsi dari analisis SWOT dapat dimanfaatkan pula untuk mengenal diri sendiri dengan lebih mendalam. Metode tersebut disebut dengan analisis SWOT diri sendiri atau personal SWOT analysis.

Dalam suatu perusahaan, analisis SWOT digunakan untuk menganalisis pertumbuhan perusahaan beserta tolak ukur keberhasilannya. Sementara itu, dalam sebuah proyek, analisis SWOT digunakan untuk memastikan tingkat kinerja sebuah proyek berdasarkan pada proyeksi awal.

Sebagai contoh analisis SWOT digunakan untuk membuat perencanaan fitur atau produk baru, perumusan strategi media sosial atau online advertising. Caranya, dengan menganalisa faktor-faktor dalam analisis SWOT. Sehingga, dapat merancang strategi yang dapat memaksimalkan keuntungan yang akan didapatkan.

Analisis SWOT tidak hanya dapat dilakukan untuk bisnis, proyek. Dan strategi. Tetapi, juga dapat digunakan untuk menganlisis diri sendiri. Ketika sahabat Artikeloka.com telah mengenal diri sendiri maka akan mengetahui kelemhan dan kekuatan yang dipunyai.

Dengan begitu, akan menjadi lebih mudah untuk memperbaiki setiap kekurangan sekaligus mengoptimalkan kekuatan yang dimiliki. Hal ini juga bermanfaat untuk proses bersosialisasi dan memudahkan komunikasi dengan orang lain.

Analisis SWOT menjadi analisis yang terjadi pada faktor internal ataupun eksternal dalam menghadapi tantangan atau ancaman di masa yang akan datang. Sehingga, strategi telah disiapkan untuk menghadapi segala jenis tantangan dan rintangan dalam mewujudkan harapan atau cita-citanya.

  Bagaimana Cara BMKG Memprediksi Cuaca? Baca Penjelasannya

Analisi SWOT diperkenalkan oleh Albert Humphrey pada tahun 1960-an. Awalnya, analisis SWOT digunakan untuk mengevaluasi posisi strategis seorang individu dalam organisasi. Sedangkan, analisis SWOT diri sendiri untuk lebih mengenal kepribadian seseorang.

Disadur dari sebuah sumber, analisis SWOT diri sendiri memiliki beberapa tujuan sebagai berikut:

  • Analisis SWOT diri sendiri digunakan untuk mengetahui kelebihan dan kemampuan diri sendiri. Kelebihan tersebut kemudian dimaksimalkan dan dijadikan poin plus untuk diri sendiri dan bisa dimanfaatkan dengan baik.
  • Selain mengetahui kelebihan, analisis SWOT diri sendiri juga dapat mengevaluasi kekurangan atau kelemahan seseorang. Kekurangan tersebut jadi bahan evaluasi untuk tidak fokus pada kekurangan, tetapi memperbaiki dan mencari solusi.
  • Analisis SWOT diri sendiri dapat mencari peluang atau kesempatan yang dimiliki. Kesempatan atau peluang diperoleh dari pengamatan dari kelebihan diri sendiri.
  • Analisis SWOT diri bisa digunakan untuk mengidentifikasi ancaman atau tantangan yang ada. Kerap kali ancaman ini bisa menjadi hambatan. Namun hal tersebut bisa dianggap sebagai tantangan bagi perorangan.

Elemen dalam Analisis SWOT Diri Sendiri

Analisis SWOT terdiri dari Strength (S), Weakness (W), Opportunity (O), dan Threat (T). Berikut penjelasan keempat aspek tersebut.

  1. Kekuatan atau Kelebihan (Strengths)

Kekuatan dalam analisis SWOT diri sendiri memberikan gambaran mengenai keunggulan seseorang dan perbedaannya dengan orang lain. Poin ini menjadi hal penting yang berkaiatan dengan keahlian seseorang.

  1. Kelemahan atau Kekurangan (Weaknesses)

Kelemahan menjadi penghambat kesuksesan diri sendiri. Oleh sebab itu, ketika kelemahan telah teridentifikasi maka akan dapat merencanakan strategi untuk meminimalisir kelemahan menjadi kerugian atau penghambat.

  1. Peluang atau Kesempatan (Opportunities)

Peluang atau kesempatan berdasarkan pada faktor eksternal yang menguntungkan yang mampu memberikan keunggulan kompetitif bagi diri sendiri.

Ancaman mengacu pada faktor-faktor yang memberikan potensi merugikan bagi diri sendiri. Ancaman juga berpotensi menghilangkan kekuatan, kehilangan peran, dan peluang. Sehingga, harus diwaspadai sedini mungkin untuk merancang strategi yang tepat.

  Cara Tetap Tenang Dibawah Tekanan: 7 Strategi Menghadapi Distress

Cara Menggunakan Analisis SWOT Diri Sendiri

Melansir dari laman Ruangkerja.id, langkah pertama dalam menganalisis SWOT diri sendiri adalah membuat tabel. Kemudian, gambar empat kotak, dua kotak bagian atas adalah S (strength) dan W (weakness), kemudian pada bagian bawah yaitu O (opportunities) dan T (threats).

Kemudian dalam setiap kolom diisi dengan jawaban yang menggambarkan diri sendiri. Berikut beberapa pertanyaan yang dapat dijadikan sebagai menuliskan keadaan diri sendiri.

  1. Strength

Berikut beberapa pertanyaan dari unsur strength.

  • Apa kelebihan yang saya miliki? Kelebihan ini bisa berkaitan dengan pendidikan, keterampilan, koneksi, dan sertifikasi.
  • Kebiasaan apa yang saya miliki dan kebiasaan tersebut dapat memberikan kontribusi?
  • Sumberdaya pribadi apa yang saya miliki?
  • Apa pencapaian yang bisa dibanggakan?
  • Nilai-nilai apa yang saya yakini dalam diri sendiri?
  • Apa yang orang lain lihat sebagai kekuatan saya?
  • Apa bakat yang saya miliki?
  • Apa yang membuat saya berbeda dengan orang lain?
  1. Weakness

Berikut beberapa pertanyaan dari unsur weakness.

  • Apa yang menjadi kebiasaan buruk saya?
  • Apa yang membuat saya merasa terpuruk?
  • Hal apa yang saya takuti atau hindari?
  • Bagaimana pendapat orang soal kelemahan saya?
  • Hal-hal apa yang tidak kamu kuasai dan itu masih menjadi kekuranganmu?
  1. Opportunity

Berikut beberapa pertanyaan dari unsur opportunity.

  • Apa saja yang bisa saya lakukan untuk mengembangkan atau menambah skill?
  • Apa yang bisa saya berikan ke orang lain dengan skill yang dimiliki?
  • Pekerjaan apa yang tersedia dengan skill yang saya miliki?
  • Teknologi apa saja yang saya kuasai sehingga bisa digunakan lebih luas?
  • Apakah saya memiliki lingkungan yang positif?
  • Apakah saya memiliki jaringan pertemanan yang luas?
  1. Threat

Berikut beberapa pertanyaan dari unsur threat.

  • Hambatan apa yang saya hadapi saat ini?
  • Apa yang dilakukan pesaing atau kompetitor saya?
  • Apakah ada perubahan teknologi atau kekurangan dari sistem dapat mengancam posisi saya?
  • Adakah kelemahan saya yang bisa menyebabkan ancaman untuk tidak berkembang?

Contoh Analisis SWOT Diri Sendiri

Melansir dari sejumlah sumber, berikut contoh analisis SWOT diri sendiri.

Contoh:

Strength

  • Lulus cumlaude 
  • Punya pengalaman organisasi banyak
  • Percaya diri dan bisa diandalkan
  • Jujur
  • Pantang menyerah
  • Suka belajar hal baru
  Cara Menghilangkan Noda Semen di Baju

Weakness

  • Takut untuk melangkah
  • Suka ragu-ragu
  • Overthinking
  • Suka menunda pekerjaan
  • Belum punya sertifikasi soal keahlian

Opportunity

  • Masih punya kesempatan untuk upgrade skill lewat pelatihan online 
  • Banyak baca buku
  • Memperluas networking

Threat

  • Teman-teman sebaya yang terlihat lebih mumpuni dan ahli
  • Waktu yang terbatas
  • Kelemahan yang menghambat proses untuk berkembang seperti takut untuk melangkah dan overthinking

Manfatat Analisis SWOT Diri Sendiri

Analisis SWOT diri sendiri memiliki beragam manfaat, antara lain sebagai berikut:

  1. Mengetahui dan Memahami Kekuatan yang Dimiliki

Dengan mengetahui dan memahami kekuatan yang dimiliki akan memudahkan diri sendiri dalam mengenal potensi dan melihat peluang yang ada. Sebagai contoh seorang mahasiswa yang masuk dalam jurusan Psikologi memiliki kemampuan mendengar dan mengamati yang baik.

Hal tersebut menjadi kekuatan yang harus disadari, dimanfaatkan, dikembangkan, dan dijaga untuk mewujudkan cita-citanya. Atau setidaknya dapat lulus dari bangku perkuliahan.

  1. Melihat Peluang Lebih Jeli

Peluang-peluang dapat tercipta ketika sahabat Artikeloka.com jeli melihatnya dan memilah-milah peluang yang ada. Anda harus memilih peluang yang paling dekat atau ada di lingkaran kemampuan sehingga dapat memanfaatkannya dengan maksimal.

Sebagai contoh dalam memilih karier, sahabat Artikeloka.com harus memilih lapangan pekerjaan yang diminati dan sesuai dengan kemampuan atau kelebihan diri. Dengan analisis SWOT diri sendiri dapat membantu Anda untuk melihat peluang lebih jeli lagi.

  1. Mengetahui Kelemahan yang harus diatasi

Analisis SWOT diri sendiri membantu Anda untuk memetakan kelemahan diri. Kemudian, kelemahan tersebut dicari strategi penyelesaiannya. Kelemhan-kelemahan harus segera diatasi sehingga di masa mendatang tidak menjadi ancaman yang berarti.

  1. Mengetahui Ancaman yang akan Dihadapi

Dengan melakukan analisis SWOT, Anda dapat mengetahui ancaman yang ada. Ancaman dapat menghambat langkah dalam mewujudkan cita-cita. Jika ancaman tidak terdeteksi sejak dini maka risiko untuk tidak bisa menanganinya lebih tinggi.

Tidak hanya itu, risiko gagal di tengah jalan atau gagal mencapai tujuan yang telah disusun pun menjadi lebih tinggi. Sehingga, analisis SWOT dapat membantu mendeteksi ancaman sedini mungkin sehingga dapat menyusun strategi menghadapi dan meminimalkan dampak negatifnya.

Leave a Reply