Komponen Exposure yang Mempengaruhi Bokeh adalah

Komponen Exposure yang Mempengaruhi Bokeh adalah

Anda mungkin belum banyak tahu tentang komponen exposure yang mempengaruhi bokeh adalah akan dijelaskan dibawah ini. Silahkan dibaca sampai bagian terakhir untuk memahami secara keseluruhannya.

Dalam dunia fotografi, saat ini efek bokeh atau buram sedang menjadi trending. Di kamera HP pun banyak yang mengaplikasikan teknik fotografi yang sangat sederhana ini.

Walaupun sepintas terlihat biasa saja, namun digunakannya efek buram tersebut dapat memberikan kesan tersendiri pada foto. Terlebih jika cara memotretnya tepat.

Sebagai catatan, “bokeh” asalnya dari kosa kata bahasa Jepang yang secara harfiah diterjemahkan sebagai ‘blur’ atau ‘buram’.

Sedangkan kata blur kadang juga disebut dengan istilah ‘out of focus’.

Namun, bokeh memiliki karakteristik yang berbeda dari foto blur biasanya (standar blur / gaussian), sehingga tidak semua foto yang backgroundnya blur bisa dikatakan foto bokeh.

Sampai disini bisa ditangkap maksud kami?

Ini yang akan kami coba jelaskan pada Anda semua. Semoga nantinya Anda bisa mengenali mana yang disebut bokeh, kemudian bagaimana cara membentuknya, apa saja karakternya dan faktor-faktor yang mempengaruhi bokeh.

Tentang Efek Bokeh

Pada dasarnya hadirnya bokeh efek ini merupakan hasil dari intensitas blur pada suatu bagian dalam gambar (umumnya background), lalu menyebabkan bagian tersebut menghasilkan pola berbentuk bulat atau polygonal dan dalam jumlah yang banyak seperti yang ditunjukan pada foto pertama diatas. Nah, bulatan-bulatan itu yang dinamakan bokeh.

Sementara itu, perlu diketahui bahwa tidak semua bagian dalam gambar yang diblurkan bisa menciptakan efek bokeh.

  Cara unreg pulsa 3 kesedot

Jadi, jangan terpikir bahwa caranya cukup hanya membuat blur saja. Sekuat apapun intensitas blur, jika memang elemen tersebut tidak ada potensi untuk membentuk bokeh maka ia tidak akan pernah bisa menjadi bokeh.

Itulah yang akan membedakan antara blur biasa (gaussian) dengan blur bokeh.

Cara Membentuk Efek Bokeh

Karena munculnya formasi bokeh disebabkan oleh blur, maka yang pertama harus Anda pelajari adalah bagaimana cara membuat latar belakang menjadi blur.

Adapun objek yang bisa Anda pilih sebagai background yang akan diblur dan menghasilkan bokeh adalah objek yang berisi sekumpulan elemen yang mana tiap elemen memiki kontras yang berbeda-beda, entah itu berbeda dari segi warna atau kadar pencahayaan.

Objek seperti itu yang paling mudah ditemukan adalah semisal dedaunan yang terdapat cahaya di sela-sela daun atau dedaunan yang beraneka warna.

Objek lainnya yang populer adalah kumpulan bolamp (lampu jalan misalnya) juga bisa dijadikan background yang bisa menghasilkan bokeh.

Karakter Bokeh Serta Desain Lensa

Bentuk aperture atau diafragma lensa memiliki pengaruh kuat pada kualitas bokeh.

Untuk desain lensa yang menggunakan pisau aperture dengan bentuk konvensional, ketika aperturenya diperkecil dari bukaan maksimum, maka lubang aperture dalam lensa yang dibentuk oleh pisaunya akan berbentuk “polygonal”‘”, sehingga karakter bokeh yang hasilkan juga memiliki karakter polygonal (tidak bulat).

Contoh lensa populer yang menghasilkan bokeh polygonal adalah Canon 50mm EF f/1.8 II.

Setiap lensa tidak selalu memiliki jumlah dan bentuk pisau aperture yang sama. Namun karena alasan karakter polygonal, sehingga pengembangan membawa desain beberapa lensa menggunakan banyak pisau aperture dengan bentuk tepi pisau melengkung untuk membuat lubang aperture mendekati “lingkaran” daripada polygonal, dan hasil bokehnya juga mendekati bulat.

  Cara Memindahkan Blogger ke WordPress dengan Benar Tanpa Kehilangan Traffic dan Ranking

Produsen Minolta berada di garis depan yang mempromosikan dan memperkenalkan lensa dengan lubang mendekati bulat sejak tahun 1987.

Namun saat ini sudah banyak produsen lain yang menawarkan lensa dengan lubang diafragma yang benar-benar melingkar (circular/rounded), sehingga bokeh menghasilkan karakter bulat halus, dan desain seperti ini kebanyakan diterapkan pada lensa keperluan portrait.

Saat ini tidak sulit untuk memanipulasi bokeh dengan peralatan sederhana buatan sendiri.

Seperti menggunakan kertas yang dilubangi berbentuk hati (love) atau bintang, kemudian dijadikan masker dan dilekatkan di depan elemen lensa. Trik ini untuk menghasilkan bentuk bokeh yang unik sesuai dengan bentuk lubang yang dibuat.

Pada tahun 2015, Meyer Optik USA Inc. meluncurkan sebuah kampanye Kickstarter produk Trioplan f2.9 / 50, sebuah lensa baru yang memiliki tipikal yang sama dengan produk pendahulunya yang diproduksi oleh Hugo Meyer & Co.

Namun,kedua lensa tersebut menunjukkan karakteristik bokeh yang sama yaitu ‘soap-bubble’, yang masih populer hingga saat ini.

Terdapat juga beberapa bentuk bokeh yang tidak ideal seperti penggunaan lensa anamorphic yang menyebabkan bokeh muncul berbeda sepanjang sumbu horizontal dan vertikal lensa, dan menyebabkan bokeh menjadi “ellipsoidal”.

Pengaruh Jumlah Pisau Aperture

Lensa dengan jumlah 11, 12, atau 15 pisau diafragma sering diklaim unggul dalam kualitas bokeh. Karena semakin banyak jumlah pisau apalagi desain tepi melengkung dapat membentuk lubang yang semakin mendekati lingkaran atau bahkan benar-benar bulat.

Keuntungan lainnya dari jumlah pisau aperture yang banyak, lensa tidak perlu mencapai lubang yang lebar (fully open) untuk mendapatkan bentuk lingkaran yang lebih baik dan tidak lagi utuh polygonal.

Di zaman dulu, lensa aperture lebar (f/2, f/2.8) sangat mahal harganya karena desain matematis yang kompleks. Seperti produsen Leica yang bisa mencapai bokeh yang baik di f/4.5. Tapi hari ini jauh lebih mudah untuk membuat lensa f/1.8, dan lensa dengan 9 pisau aperture di f/1.8 sudah cukup bagi lensa 85mm untuk mencapai bokeh yang bagus.

  Inilah kelompok hardware yang dikategorikan sebagai perangkat penyimpanan

Pengembangan Lensa Pada Efek Bokeh

Sejumlah produsen lensa termasuk Nikon, Minolta, dan Sony membuat lensa yang dirancang dengan kontrol khusus untuk mengubah rendering dari area yang blur.

Lensa Nikon 105 mm DC-Nikkor dan 135 mm DC-Nikkor (DC singkatan dari ‘Defocus Control’) memiliki ring kontrol yang memungkinkan untuk overcorrection dan undercorrection terhadap masalah ‘spherical aberration’ untuk mengubah bokeh di depan dan belakang focal plane lensa (bukan focal plane sensor).

Sementara itu, lensa Minolta / Sony STF 135mm f/2.8 [T4.5] (STF untuk transisi fokus yang halus) adalah lensa yang dirancang khusus untuk menghasilkan bokeh yang menyenangkan. Hal ini dimungkinkan untuk memilih antara dua mekanik diafragma: satu dengan 9 pisau dan lainnya dengan 10 pisau.

Lensa ini menggunakan ‘filter apodization’ untuk melunakkan tepi aperture dan menghasilkan blur halus dengan lingkaran bokeh yang secara bertahap memudar. Kualitas tersebut membuat lensa semacam ini menjadi satu-satunya di pasaran yang diperkenalkan pada tahun 1999 hingga 2014.

Sedangkan pada tahun 2014 Fujifilm mengumumkan lensa yang juga menggunakan filter apodization serupa pada produknya yaitu lensa Fujinon XF 56mm f/1.2 R APD.

Kesimpulan Akhir

Nah sahabat Artikeloka.com, sejatinya ulasan tentang bokeh effect ini membutuhkan penjelasan yang sangat panjang, namun dalam artikel ini kami mencoba menulis bagian-bagian yang penting saja.

Setidaknya Anda mendapat banyak informasi tentang desain lensa dan pengaruhnya terhadap kualitas bokeh. Ini juga bisa memberi pertimbangan lain ketika Anda memilih lensa baru, apalagi jika Anda suka mengambil gambar dengan background bokeh.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *