Artikeloka Artikeloka merupakan author sekaligus admin di artikeloka.com, senang berbagi tentang berbagai hal dengan khalayak luas.

Sejarah Kerajaan Kediri [Lengkap]

4 min read

sejarah kerajaan kediri

Pada masanya, kerajaan Kediri merupakan salah satu kerajaan di Indonesia yang pernah sebegitu digdaya.

Dahulunya kerajaan Kediri sangat dikenal dan memiliki pengaruh yang cukup besar.

Sejarah kerajaan Kediri dari sumber yang dapat dipercaya mencatat betapa kerajaan ini sangat berpengaruh pada ketika itu.

Sejarah Kerajaan Kediri

Sebelum membaca sejarah kerajaan Kediri, Anda mungkin hanya mengenal Kediri sebagai salah satu kota di Indonesia.

Dahulunya di kota Kediri terdapat sebuah kerajaan yang disebut kerajaan Panjalu.

Kerajaan Panjalu adalah sebuah kerajaan di Jawa Timur yang pernah ada antara tahun 1042-1222 Masehi.

Kerajaan Panjalu berpusat di kota Daha, yang letaknya berada di sekitar Kota yang sekarang kita kenal sebagai Kediri.

Sumber Sejarah Kerajaan Kediri

Untuk dicatat, sejarah kerajaan Kediri yang diulas dalam artikel ini bersumber dari Wikipedia. Jadi, apa yang disebutkan dalam artikel ini sepenuhnya bersumber laman daring tebuka tersebut.

Kerajaan Panjalu atau kerajaan Kadiri atau kerajaan Kediri adalah sebuah kerajaan yang terdapat di Jawa Timur antara tahun 1042-1222M.

Kerajaan ini berpusat di kota Daha, yang terletak di sekitar Kota Kediri sekarang.

Sesungguhnya kota Daha sudah ada sebelum Kerajaan Kadiri berdiri. Daha merupakan singkatan dari Dahanapura, yang berarti kota api.

Nama ini terdapat dalam prasasti Pamwatan yang dikeluarkan Airlangga tahun 1042.

Hal ini sesuai dengan berita dalam Serat Calon Arang bahwa, saat akhir pemerintahan Airlangga, pusat kerajaan sudah tidak lagi berada di Kahuripan, melainkan pindah ke Daha.

Pada akhir November 1042, Airlangga terpaksa membelah wilayah kerajaannya karena kedua putranya bersaing memperebutkan takhta.

Putra yang bernama Sri Samarawijaya mendapatkan kerajaan barat bernama Panjalu yang berpusat di kota baru, yaitu Daha.

Sedangkan putra yang bernama Mapanji Garasakan mendapatkan kerajaan timur bernama Janggala yang berpusat di kota lama, yaitu Kahuripan.

  Pengertian Unsur, Senyawa, Campuran dan Contohnya

Menurut Nagarakretagama, sebelum dibelah menjadi dua, nama kerajaan yang dipimpin Airlangga sudah bernama Panjalu, yang berpusat di Daha.

Jadi, Kerajaan Janggala lahir sebagai pecahan dari Panjalu. Adapun Kahuripan adalah nama kota lama yang sudah ditinggalkan Airlangga dan kemudian menjadi ibu kota Janggala.

Arca Wisnu yang berasal dari Kediri, abad ke-12 dan ke-13.
Arca Wisnu yang berasal dari Kediri, abad ke-12 dan ke-13.

Perkembangan Kerajaan Kediri

Masa-masa awal Kerajaan Panjalu atau Kadiri tidak banyak diketahui.

Prasasti Turun Hyang II (1044) yang diterbitkan Kerajaan Janggala hanya memberitakan adanya perang saudara antara kedua kerajaan sepeninggal Airlangga.

Sejarah Kerajaan Panjalu mulai diketahui dengan adanya prasasti Sirah Keting tahun 1104 atas nama Sri Jayawarsa.

Raja-raja sebelum Sri Jayawarsa hanya Sri Samarawijaya yang sudah diketahui, sedangkan urutan raja-raja sesudah Sri Jayawarsa sudah dapat diketahui dengan jelas berdasarkan prasasti-prasasti yang ditemukan.

Kerajaan Panjalu di bawah pemerintahan Sri Jayabhaya berhasil menaklukkan Kerajaan Janggala dengan semboyannya yang terkenal dalam prasasti Ngantang (1135), yaitu Panjalu Jayati, atau Panjalu Menang.

Pada masa pemerintahan Sri Jayabhaya inilah, Kerajaan Panjalu mengalami masa kejayaannya.

Wilayah kerajaan ini meliputi seluruh Jawa dan beberapa pulau di Nusantara, bahkan sampai mengalahkan pengaruh Kerajaan Sriwijaya di Sumatra.

Hal ini diperkuat kronik Tiongkok berjudul Ling wai tai ta karya Chou Ku-fei tahun 1178, bahwa pada masa itu negeri paling kaya selain Tiongkok secara berurutan adalah Arab, Jawa, dan Sumatra.

Saat itu yang berkuasa di Arab adalah Bani Abbasiyah, di Jawa ada Kerajaan Panjalu, sedangkan Sumatra dikuasai Kerajaan Sriwijaya.

Chou Ju-kua menggambarkan di Jawa penduduknya menganut 2 agama: Buddha dan Hindu.

Penduduk Jawa sangat berani dan emosional. Waktu luangnya untuk mengadu binatang. Mata uangnya terbuat dari campuran tembaga dan perak.

Buku Chu-fan-chi menyebut Jawa adalah maharaja yang punya wilayah jajahan: Pai-hua-yuan (Pacitan), Ma-tung (Medang), Ta-pen (Tumapel, Malang), Hi-ning (Dieng), Jung-ya-lu (Hujung Galuh, sekarang Surabaya), Tung-ki (Jenggi, Papua Barat), Ta-kang (Sumba), Huang-ma-chu (Papua), Ma-li (Bali), Kulun (Gurun, mungkin Gorong atau Sorong di Papua Barat atau Nusa Tenggara), Tan-jung-wu-lo (Tanjungpura di Borneo), Ti-wu (Timor), Pingya-i (Banggai di Sulawesi), dan Wu-nu-ku (Maluku).

Penemuan Situs Tondowongso pada awal tahun 2007, yang diyakini sebagai peninggalan Kerajaan Kadiri diharapkan dapat membantu memberikan lebih banyak informasi tentang kerajaan tersebut.

  Cerita Lengkap KKN Desa Penari

Runtuhnya Kerajaan Kediri

Arca Buddha Vajrasattva pada zaman Kadiri, abad X/XI, koleksi Museum für Indische Kunst, Berlin-Dahlem, Jerman.
Arca Buddha Vajrasattva pada zaman Kadiri, abad X/XI, koleksi Museum für Indische Kunst, Berlin-Dahlem, Jerman.

Runtuhnya kerajaan Kadiri terjadi pada masa pemerintahan Kertajaya, dan dikisahkan dalam Pararaton dan Nagarakretagama.

Pada tahun 1222 Kertajaya sedang berselisih melawan kaum brahmana yang kemudian meminta perlindungan Ken Arok akuwu Tumapel.

Kebetulan Ken Arok juga bercita-cita memerdekakan Tumapel yang merupakan daerah bawahan Kadiri.

Perang antara Kadiri dan Tumapel terjadi dekat desa Ganter. Pasukan Ken Arok berhasil menghancurkan pasukan Kertajaya.

Dengan demikian berakhirlah masa Kerajaan Kadiri, yang sejak saat itu kemudian menjadi bawahan Tumapel atau Singhasari.

Setelah Ken Arok mengalahkan Kertajaya, Kadiri menjadi suatu wilayah di bawah kekuasaan Singhasari.

Ken Arok mengangkat Jayasabha, putra Kertajaya sebagai bupati Kadiri. Tahun 1258 Jayasabha digantikan putranya yang bernama Sastrajaya.

Pada tahun 1271 Sastrajaya digantikan putranya, yaitu Jayakatwang. Jayakatwang memberontak terhadap Singhasari yang dipimpin oleh Kertanegara, karena dendam masa lalu dimana leluhurnya Kertajaya dikalahkan oleh Ken Arok.

Setelah berhasil membunuh Kertanegara, Jayakatwang membangun kembali Kerajaan Kadiri, namun hanya bertahan satu tahun dikarenakan serangan gabungan yang dilancarkan oleh pasukan Mongol dan pasukan menantu Kertanegara, Raden Wijaya.

Daftar Raja Kerajaan Kediri

Daftar nama-nama raja yang pernah memerintah di Daha, ibu kota Kadiri, adalah sebagai berikut:

Pada saat Daha menjadi ibu kota kerajaan yang masih utuh

Airlangga, merupakan pendiri kota Daha sebagai pindahan kota Kahuripan. Ketika ia turun takhta tahun 1042, wilayah kerajaan dibelah menjadi dua. Daha kemudian menjadi ibu kota kerajaan bagian barat, yaitu Panjalu.

Menurut Nagarakretagama, kerajaan yang dipimpin Airlangga tersebut sebelum dibelah sudah bernama Panjalu.
Pada saat Daha menjadi ibu kota Panjalu

  1. Sri Maharaja Jyetendrakara Parama Bakta (Prasasti Mataji 973 Saka)
  2. Sri Maharaja Sri Bameswara (dari 6 temuan prasastinya tidak ada yg dr Kertosono)
  3. Sri Maharaja Sang Mapanji Jayabhaya (Prasati Hantang, Prasasti Jepun dan Prasasti Talan)
  4. Sri Maharaja Rakai sirikan Sri Sarweswara (prasasti Pandlegan 2 dan prasasti Kahyunan)
  5. Sri Maharaja Rakai hino Sri Aryeswara (Prasasti Waleri & Prasasti Angin)
  6. Sri Maharaja Sri Kroncaryyadipa Sri Gandra (Prasasti Jaring)
  7. Sri Maharaja Mapanji Kameswara (Prasasti Semanding dan Prasasti. Cker)
  8. Sri Maharaja Crengga / Kertajaya (gugur th 1144 Saka)
  35 Contoh Kalimat Ungkapan

Sri Jayawarsa Digjayasastraprabu sejaman dg pemerintahan Raja Kameswara hingga raja Crengga, krn bacaan tahun di prasasti Sirahketeng telah di perbaiki L.C. Damais.

Raja ini setidaknya ditemukan mengeluarkan 2 prasasti yaitu Prasasti Sirah keteng (1126 S/1204 M) dan Prasasti Mruwak (1108 S/1186 M)

Pada saat Daha menjadi bawahan Singhasari

Kerajaan Panjalu runtuh tahun 1222 dan menjadi bawahan Singhasari. Berdasarkan prasasti Mula Malurung, diketahui raja-raja Daha zaman Singhasari, yaitu:

  • Mahisa Wunga Teleng putra Ken Arok
  • Guningbhaya adik Mahisa Wunga Teleng
  • Tohjaya kakak Guningbhaya
  • Kertanagara cucu Mahisa Wunga Teleng (dari pihak ibu), yang kemudian menjadi raja Singhasari

Pada saat Daha menjadi ibu kota Kadiri

Jayakatwang, adalah keturunan Kertajaya yang menjadi bupati Gelang-Gelang. Tahun 1292 ia memberontak hingga menyebabkan runtuhnya Kerajaan Singhasari.

Jayakatwang kemudian membangun kembali Kerajaan Kadiri. Tapi pada tahun 1293 ia dikalahkan Raden Wijaya pendiri Majapahit.
Pada saat Daha menjadi bawahan Majapahit

Sejak tahun 1293 Daha menjadi negeri bawahan Majapahit yang paling utama.

Raja yang memimpin bergelar Bhre Daha tetapi hanya bersifat simbol, karena pemerintahan harian dilaksanakan oleh patih Daha.

Bhre Daha yang pernah menjabat ialah:

  1. Jayanagara 1295-1309 Nagarakretagama.47:2; Prasasti Sukamerta – didampingi Patih Lembu Sora.
  2. Rajadewi 1309-1375 Pararaton.27:15; 29:31; Nag.4:1 – didampingi Patih
  3. Arya Tilam, kemudian Gajah Mada.
  4. Indudewi 1375-1415 Pararaton.29:19; 31:10,21
  5. Suhita 1415-1429 ?
  6. Jayeswari 1429-1464 Pararaton.30:8; 31:34; 32:18; Waringin Pitu
    Manggalawardhani 1464-1474 Prasasti Trailokyapuri

Pada saat Daha menjadi ibu kota Majapahit

Menurut Suma Oriental tulisan Tome Pires, pada tahun 1513 Daha menjadi ibu kota Majapahit yang dipimpin oleh Bhatara Wijaya.

Nama raja ini identik dengan Dyah Ranawijaya yang dikalahkan oleh Sultan Trenggana raja Demak tahun 1527.

Sejak saat itu nama Kediri lebih terkenal daripada Daha. Dan pada saat ini berdasarkan peta daerah kekuasaan Kerajaan Majapahit dan peta Provinsi Jawa Timur maka dapat dilihat bahwa Kota Daha pada saat ini berada di daerah sekitar Pare-Kandangan, Kabupaten Kediri, Jawa Timur yang memiliki banyak peninggalan arkeologis sampai sekarang.

Peta Kerajaan Kediri

Berikut ini adalah peta wilayah kekuasaan Kerajaan Kediri dan Kerajaan Jenggala.

peta wilayah kekuasaan Kerajaan Kediri dan Kerajaan Jenggala
Peta wilayah kekuasaan Kerajaan Kediri dan Kerajaan Jenggala

Peta diatas dibuat secara sederhana dan menarik sehingga mudah untuk dipahami.

Artikeloka Artikeloka merupakan author sekaligus admin di artikeloka.com, senang berbagi tentang berbagai hal dengan khalayak luas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *